...Singkong jadi Andalan Indonesia untuk Pangan, Pakan dan Energi...

Kamis, 16 April 2009

Kembangkan Singkong Menjadi Energi Alternatif


Kembangkan Singkong Menjadi Energi Alternatif
Oleh : Dedi Irawan  


BANTEN, DEKOPIN – Peran masyarakat dalam mengembangkan tanaman singkong sebagai sumber energi alternatif patut mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Langkah itu dinilai sesuai dengan keinginan pemerintah untuk menyediakan dan memanfaatkan bahan bakar nabati bio fuel.

Akhir Maret 2009 lalu, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) meninjau langsung lokasi penanaman singkong varietas Darul Hidayah di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Turut hadir dalam kunjungan tersebut yakni Ketua Dekopinwil Banten Ratu Tatu Chasanah, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauhid, dan Ketua Koptan Bangkit Sejahtera Odih.

Sebagai tahap awal, di lahan seluas 512 hektar, 700 petani mengelola tanaman singkong yang dapat menghasilkan bio fuel 1000 liter per harinya, dengan membutuhkan 7 ton singkong per harinya. Jumlah tersebut diharapkan terus meningkat karena pemerintah provinsi Banten bekerjasama dengan Dekopin berkomitmen mendukung program pembudidayaan singkong ini.

Adi Sasono berharap, kerjasama yang tengah dilakukan dapat memberikan nilai lebih kepada masyarakat dan petani melalui usaha rakyat. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga beban biaya bahan bakar rumah tangga akan berkurang. Dengan demikian, masyarakat dan petani melalui koperasi yang dibentuk mendapat keuntungan usaha dari hasil pemanfaatan tanaman singkong.

6 komentar:

  1. lokasi terbesar kebunnya di mana??/ apakah bisa supply min 4 ton sehari untuk tapioka pak

    BalasHapus
  2. Jadilah petani pengusaha singkong yang sejahtera dan jutawan hanya dengan modal Rp.5 juta saja.
    Usaha tanam Singkong.

    Penyiapan lahan.
    Lapangan digaru/disisir cukup satu kali dengan menggunakan traktor. Namun, bila menggunakan traktor tangan, lahan ini harus digaru/disisir sebanyak dua kali. Kecuali menggunakan traktor yang memiliki 2 (dua buah garu.

    Gundukan yang dibangun yaitu dengan jarak satu meter kali satu meter, agar mendapatkan 10.000 batang pohon per Ha.

    Lima puluh kantong kompos atau pupuk kandang kering (cukup untuk satu hektar) disiramkan ke tanah selama persiapan lahan.

    Menanam.
    Batang singkong sebagai bahan tanam harus berusia kurang dari delapan bulan dan harus bebas dari hama serangga dan penyakit.

    Batang ini dipotong antara 20-25 sentimeter panjangnya (5 ruas), dan dikelompokkan menurut bagian tangkai dari mana mereka berasal: bagian bawah batang, tengah, atau bagian atas (mereka juga harus ditanam menurut kelompoknya).

    Bahan tanam ini harus disimpan di tempat sejuk dan teduh agar bisa bertahan hingga tiga bulan.

    Stek dari pangkal batang merupakan bahan yang lebih baik daripada yang dari bagian atas dalam hal perkecambahan, pertumbuhan akar dan hasil pati. Bahan tanam yang ditanam pada jarak satu meter kali satu meter ini bisa ditanam secara horisontal, vertikal (di mana 3-5 sentimeter dibiarkan terbuka), atau sedikit miring.

    Penanaman secara horizontal dianjurkan pada lahan yang relatif kering, dan secara vertikal pada tanah yang sangat basah atau selama musim hujan.

    Pemupukan.
    Enam kantong berisi pupuk lengkap (14-14-14) diterapkan sebelum tanam. Pupuk ditutupi dengan lapisan tipis tanah. Dua bulan setelah tanam, tanaman beri dua karung urea (46-0-0). Pupuk ditempatkan di lingkaran 15 cm dari batang.

    Irigasi.
    Setelah melakukan pemupukan, lahan segera dibuatkan irigasi untuk melarutkan pupuk. Irigasi ini sangat dianjurkan setelah selama tiga bulan pertama habis tanam pada musim kemarau. Selama musim hujan, irigasi diperlukan hanya bila diperlukan.

    Penyiangan / Budidaya.
    Selama dua bulan pertama, dianjurkan untuk melakukan penyiangan. Pengokohan batang diperlukan 3-4 minggu setelah tanam diikuti dengan pembuatan 2-4 minggu kemudian.

    Panen.
    Delapan bulan setelah tanam, pengambilan sampel parsial disarankan untuk menentukan apakah akar cukup matang untuk dipanen. Jika sudah cukup tua, akar dipanen secara manual jika tanah gembur

    Umbi yang dipanen harus segera dijual, jika tidak, mereka harus disimpan di tempat teduh. sekitar 23% dari total singkong yang dipanen akan hilang akibat kerusakan yang cepat. Memar dan luka yang diderita selama panen berkontribusi terhadap proses kerusakan ini. Pagi indonesia... tks sujasmir hamid

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. artikel sangat menarik..
    singkong dapat dijadikan bahan bakar bio fuel, semoga tercapai cita2 pemerintah.. tks

    BalasHapus