...Singkong jadi Andalan Indonesia untuk Pangan, Pakan dan Energi...

Sabtu, 03 Januari 2015

Bibit Singkong Gajah

Bibit Singkong Gajah

Untuk mendapatkan bibit singkong gajah dan masalah pemasarannya, pak azam dapat menghubungi kami di No tlp. 08125518072. atau 081346319045

Salam Singkong Sejahterah Bersama....

Meningkatkan Daya Saing Singkong Indonesia : Sinhkong Saja Kok Import

IMPOR SINGKONG PELUANG EMAS BAGI MSI DAN INDONESIA

IMPOR SINGKONG PELUANG MOTIVASI MASYARAKAT SINGKONG INDONESIA (MSI) DAN PEMERINTAH INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING SINGKONG INDONESIA: KUALITAS DAN KUANTITAS.


Oleh: H. SUHARYO HUSEN, BSC, SE, MBA. 

 Ketua  Umum MSI NASIONAL


I. LATAR BELAKANG
1. INDONESIA IMPORTIR SINGKONG TERBESAR
Kamis 13 Desember 2012. Metrotvnews.com, Jakarta, memberitakan selama bertahun-tahun Indonesia menjadi importir singkong terbesar dibandingkan negara-negara lain. Hal tersebut disampaikan pengamat pertanian Bustanul Arifin.

Menurut data yang dirilis oleh Thai Tapioka Trade Organization (TTTO), Indonesia mengimpor singkong dari Thailand sebesar dua juta ton. Menurut Bustanul, itu membuktikan kurangnya peran pemerintah untuk mengawasi sektor pertanian, dalam meningkatkan produksi pangan dalam negeri.  Padahal, sebenarnya Indonesia mampu memproduksi singkong 28 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Thailand yang hanya memproduksi 26 juta ton.

Akan tetapi, menurut Bustanul, penyebab impor adalah besarnya kebutuhan sektor industri yang menggunakan bahan baku singkong. Pemerintah, kata Bustanul, harus segera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi pangan dalam negeri. Selama ini singkong hanya dihargai rendah. Pada saat panen, harga jatuh. Ini membuat para petani tidak bergairah menanam singkong.(DNI)


2. PERKEMBANGAN SINGKONG DI INDONESIA
2.1 Menurut Data BPS luas area tanaman singkong tahun 2011 tercatat 1,2 juta Ha dengan produksi 23 juta ton singkong segar setara dengan 8 juta ton chips singkong atau 6,4 juta ton tepung singkong.

2.2 Industri kecil, menengah, dan besar berbahan baku singkong terus tumbuh sampai mereka kesulitan bahan baku sudah berjalan cukup lama, terutama di Lampung dan Jawa Barat;

2.3 Singkong sebagai bahan pangan pokok alternatif mendukung diversifikasi pangan nasional telah masuk ke jajaran Kadin Indonesia, menjadi salah satu komoditas strategis pangan nasional.

2.4 Mulai 28 Febuari 2010 telah berdiri Masyarakat Singkong Indonesai (MSI)dengan Visi Singkong Sejahtera Bersama , dengan Misi Mensejahterakan petani.

2.5 Tanggal 28 Februari 2011 pada HUT MSI I di Pondok Ratna Farm Ciawi Bogor, Menteri Pertanian RI bersama Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) telah mencanangkan program : “PENGEMBANGAN KLASTER AGROINDUSTRI SINGKONG TERPADU”

2.6 Tanggal 28 Febuari 2012 di Pandeglang, Banten dalam rangka hut MSI ke-2, Menteri Perindustrian RI dan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) telah mencanangkan : “GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTER BERSAMA (GERNAS SSB) 2012-2016“. 

2.7 Sampai Desember 2012 telah terbentuk 25 MSI Provinsi dan 75 MSI Kabupaten/Kota yang siap melaksanakan Gernas SSB 2012-2016.

2.8 Dewan Pimpinan MSI Nasional telah mengirim surat kepada Menko Perekonomian RI dan Ketua Komisi IV DPR RI untuk :
2.8.1. Menetapkan singkong sebagai komoditas strategis pangan utama setingkat dengan padi, jagung dan kedelai
2.8.2. Tepung singkong dibebaskan dari pengenaan PPN 10% atau PPN 10% ditanggung oleh pemerintah
2.8.3. Dukungan kepada Menteri BUMN untuk mengucurkan CSR dari BUMN untuk mendukung pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016 untuk memproduksi tepung singkong sebanyak :
a. Tahun 2013 memproduksi 1,2 juta ton tepung singkong
b. Tahun 2014 memproduksi 2,4 juta ton tepung singkong
c. Tahun 2015 memproduksi 4,8 juta ton tepung singkong
d. Tahun 2016 memproduksi 9,6 juta ton tepung singkong

2.9 Dewan Pimpinan Nasional MSI telah mengirim surat dan program GERNAS SSB 2013-2016 kepada menteri BUMN RI untuk mohon dukungan dana CSR dari BUMNuntuk pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016.

2.10 Berdasarkan dukungan dana CSR dari BUMN tersebut pada butir 2.9. dan perkiraan hasil pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016 seperti pada butir 2.8. tersebut diatas, mulai tahun 2013-2016 Indonesia akan dapat mengurangi import gandum sekitar 20-40%. Maka akan terjadi penghematan devisa negara.

2.11 Dengan adanya import singkong yang semakin meningkat sampai mencapai sekitar 2 juta ton tahun 2012, merupakan peluang emas bagi MSI dan Pemerintah Indonesia untuk memotivasi peningkatan produksi tepung berbahan baku singkong (Tapioca Starch, Cassava Flour dan Mocaf) melalui pelaksanaan program GERNAS SSB 2013-2016 diseluruh Indonesia.

2.12 Dengan berhasilnya pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016 diharapkan mulai tahun 2013-2016 dan seterusnya Indonesia akan menjadi exportir tepung singkong terbesar (Tapioca Starch, Cassava Flour dan Mocaf). Singkong akan menjadi pemasuk devisa bagi negara.


II. SINGKONG DAN TEPUNG SINGKONG



III. GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTERA BERSAMA (GERNAS SSB)

1. Untuk mencapai Singkong Sejahtera Bersama (SSB), maka Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) telah meluncurkan kegiatan Proyek : “ PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI AGRO SINGKONG TERPADU “.

2. Melalui Pengembangan Klaster ini, para petani peserta Klaster dilatih mengolah singkong untuk menghasilkan produk setengah jadi ( chips, gaplek, tepung singkong , mocaf, tapioka dsb) sebagai bahan baku industri lanjutan atau industri derivatif, sehingga petani hanya menjual barang-barang setengah jadi tersebut

3. Ditargetkan tahun 2016 petani singkong di Indonesia tidak menjual singkong segar lagi dan tidak lagi mempermasalahkan “ harga singkong rendah “, tapi yang menjadi acuan petani “ harga chips singkong kering. 

4. Berdasarkan program Klaster tersebut, maka Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) mulai tahun 2012 meluncurkan : “ GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTERA BERSAMA ATAU GERNAS SSB “ , Phase I , 5 Tahun , mulai tahun 2012 -2016,dengan target :

4.1 Th. 2012 (Februari) : Sosialisasi GERNAS SSB keseluruh Kab/Kota yang telah ada MSI-nya (16 Propinsi dan 50 Kabupaten).

4.2 Tahun 2013 : Pelaksanaan Pilot Proyek di 50 Kabupaten/Kota sebanyak 150 Klaster atau 3 klaster per Kabupaten/Kota, yaitu masing-masing , 1 klaster Petani, 1 klaster buruh tani dan 1 klaster pemuda/pemudi tani . Total biaya 150 klaster a’Rp 20 Milyar/klaster = Rp 3 Triliyun ( CSR BUMN) dengan melibatkan 18.000 KK petani atau 72.000 orang ( 1 KK = 4 orang, bapak, ibu dan 2 anak ). 150x300 Hax100 T=4,5 juta ton singkong segar= 1,5 juta chips singkong = 1,2 juta ton Tepung Singkong

4.3 Tahun 2014 : Pelaksanaan Proyek 300 klaster (ada penambahan 150 klaster dengan biaya tambahan Rp 3 Triliyun ( CSR BUMN phase ke-2 ) di 50 Kabupaten/kota di 16 propinsi, melibatkan 36.000 KK petani atau 144.000 orang. Produksi : 300x300Hax100 Ton = 9 juta ton singkong = 3 juta ton chips Singkong = 2,4 juta ton setara tepung singkong.

4.4 Tahun 2015 : Perluasan MSI ke 17 Propinsi lainnya, sehingga menjadi 33 propinsi, dengan pelaksanaan proyek 600 Klaster , biaya dari pengembanlian CSR pase-1 , dengan melibatkan 72.000 KK petani atau 288.000 orang diseluruh Kabupaten/Kota yang telah ada MSI-nya di 33 Provinsi. Produksi : 600x300x100ton=18 juta ton singkong= 6 juta ton chips = 4,8 ton setara tepung singkong.

4.5 Tahun 2016 : Diteruskan melaksanakan 1.200 Klaster a’ 300 ha/klaster dengan melibatkan
144.000 KK atau 576.000 orang. Biaya dari pengembalian CSR pase ke-2 oleh petani peserta terdahulu.

4.6 Pada tahun 2016 tersebut akan dihasilkan singkong Darul Hidayah atau Manggu sebanyak 1.200 Klaster x 300 ha x 100 ton/ha = 36 juta ton singkong basah atau setara dengan 12 juta ton chips singkong Setara dengan 9,6 juta tong tepung singkong/Mocaf.

4.7 Apabila harga chips a’Rp 2.000/Kg, maka akan ada uang beredar sekitar Rp 24T ditambah peredaran uang dari hasil penjualan 9,6 juta ton mocaf (1 kg chips = 0,8 kg mocaf) a’ Rp 3.500/kg sekitar Rp 33,6 T. Sehingga total uang beredar pada akhir GERNAS SSB (thn 2016) akan mencapai Rp 57,6 T.

4.8 Jadi pada tahun th.2016 dana beredar di lingkup petani peserta klaster di seluruh Kabupaten/Kota di 33 Provinsi sebesar Rp 57,6 Triliyun (dari dana awal Rp 6 Triliyun) dan dapat mensejahterakan 144.000 KK petani atau 576.000 jiwa ( 1 KK petani terdiri 4 orang, ayah, ibu dan 2 anak).

Dengan dicanangkannya Gerakan Nasional Singkong Sejahtera Bersama ( GERNAS SSB ) phase I, 2012-2016, maka penanganan singkong diseluruh tanah air secara profesional akan dapat mensejahterkan rakyat Indonesia dan Ketahanan Pangan Nasional semakin kuat. Apabila seluruhnya memproduksi mocaf akan dihasilkan 9,6 juta TON MOCAF dan sebagian dapat dicampur dengan tepung terigu sehingga dapat mengurangi impor gandum. Penghematan devisa nasional. Sisa mocaf untuk expor.

GERNAS SSB phase I, 2012-2016 dengan biaya Rp 6 Triliyun menjadi Rp 57,6 T dan secara kumulatif 2013-2016 dapat mensejahterakan 270.000 KK petani atau 1.080.000 jiwa ( 1 kk terdiri dari 4 orang : ayah, ibu dan 2 anak ). Belum termasuk multiplier effect dari bisnis singkong dan produk sampingannya (bibit, pakan ternak dan pupuk organik), diperkirakan akan mensejahterakan diatas 3 juta orang dan uang beredar akan mencapai lebih dari Rp 100 Triliyun.

Bogor, 15 Desember 2012
Masyarakat Singkong Indonesia
Dewan Pimpinan Nasional (DPN)
Ketua Umum
H. SUHARYO HUSEN, BSC, SE, MBA


Sumber : http://masyarakatsingkongindonesia.blogspot.com/p/berita.html

Jumat, 02 Januari 2015

DENDENG DAUN SINGKONG

Dendeng Daun Singkong

daun singkong
Dendeng menjadi ikon kuliner bangsa Indonesia. Dendeng pernah dinobatkan sebagai salah satu makanan terfavorit para wisatawan dunia. Pada umumnya, bahan utama pembuatan dendeng adalah irisan daging sapi yang diawetkan dengan cara dikeringkan atau dijemur di bawah terik matahari. Agar hasilnya tambah lezat, dendeng dibumbui dengan asam, garam, dan bumbu rempah-rempah. Untuk menyantap lezatnya menu sajian dendeng, maka harus ditebus dengan harga yang cukup mahal, apa lagi ketika harga daging sedang tinggi. Oleh karena itu, beberapa orang yang kreatif mencoba memanfaatkan kepopuleran masakan dendeng dengan menciptakan menu olahan dendeng dari bahan lain, salah satunya adalah daun singkong.

Dendeng daun singkong merupakan masakan inovatif yang memanfaatkan daun singkong sebagai pengganti daging. Sajian kreatif tersebut dapat menjadi jembatan bagi orang-orang yang ingin menikmati rasa dendeng, namun terkendala oleh larangan mengkonsumsi daging karena kolesterol atau karena harga yang tidak terjangkau. Oleh karena itu, membuat dendeng berbahan daun ubi singkong bisa menjadi salah satu alternatif usaha skala rumah tangga atau pun menu pelengkap pada usaha rumah makan. Bagaimanakah cara membuat dendeng daun singkong? Inilah resep sederhananya!
dendeng daun singkong
Cara Membuat Dendeng Daun Singkong
Alat-alat yang dibutuhkan yaitu kompor, panci, pisau, pengukus, ulekan, penumbuk, dan lain-lain.
Bahan-bahan yang dibutuhkan terdiri dari: 
  • Daun singkong muda 500gr
  • Telur ayam 3 butir
  • Tepung tapioka 100gr
  • Tepung kanji 5 sendok makan
  • Bumbu-bumbu yang terdiri atas: cabe 5-10 biji, daun jeruk 5 lembar, ketumbar 1 sdt, kencur 1 ruas, bawang merah 5 siung, gula pasir 4 sdm, bawang putih 7 siung, garam 1 sdm, dan penyedap rasa sapi secukupnya.

Proses pembuatan: 
Pertama daun singkong direbus di dalam panci agar menjadi empuk. Kemudian daun singkong tersebut ditiriskan lalu diiris tipis-tipis. Tumbuk atau giling (blender) semua bumbu. Daun singkong yang telah diiris kemudian dicampur bersama telor, tepung-tepung, bumbu, dan sedikit air. Aduk hingga adonan tercampur satu dan merata. Langkah berikutnya adalah memasukkan adonan ke dalam kantong plastik yang kemudian dikukus selama 30-40 menit. Setelah proses pengukusan, angkat dan dinginkan adonan, kemudian selanjutnya diiris tipis-tipis menyerupai daging dendeng. Langkah terakhir adalah proses pengeringan, yaitu dengan cara dijemur sekitar 3-4 hari. Dendeng pun siap untuk digoreng dan dikemas dalam plastik kedap udara.

Sumber : http://www.kerjausaha.com/2013/06/usaha-kecil-dendeng-daun-singkong.html



Senin, 29 Desember 2014

Singkong ternyata mengandung Vitamin B 17 yang berkhasiat Obati Kanker

Manfaat Daun Singkong


Singkong : Manihot esculenta Crantz
Nama lokal : Ubi kayu, singkong, ketela pohon, pohong, sampeu.

Deskripsi :
Tanaman singkong ini mula kali dikenal di Amerika Selatan.Tanaman singkong termasuk jenis tanaman perdu. Tanaman singkong ini bisa dipanen setelah 6 -7 bulan dari masa penanaman. Tanaman singkong ini bisa tumbuh dimanapun tempat, kecuali ditempat yang becek dan terendam air. Singkong merupakan tanaman yang memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi tanah serta tidak memerlukan perawatan khusus.

Ciri-ciri :
Daun : Daun berbentuk seperti jari, memiliki lembaran-lembaran yang menjuntai mirip jari manusia, dengan lebar 2-4 cm dan panjang 7 – 12 cm.
Umbi : Memiliki garis tengah 2-3 cm, dengan panjang 50 – 80 cm. Berwarna kekuning-kuningan ataupun juga ada yang berwarna putih.
Kandungan zat yang terdapat dalam tanaman singkong :
Tanaman herbal singkong ini merupakan tanaman yang memilki kandungan gizi yang cukup lengkap. Sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan aneka makanan, dan juga dalam penggunaannya untuk pegobatan. Adapun kandungan zat dalam tanaman singkong adalah : Karbohidrat, Phosphor, Kalsium, Vitamin C, Protein, Zat Besi, Lemak, Vitamin B1.

Singkong merupakan tanaman “rakyat” yang bisa dikatakan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Tanaman singkong sangat mudah tumbuh. Tumbuhan yang berasal dari Amerika Tropis ini banyak ditanam di pekarangan, tanggul ataupun sawah. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan stek dari batang singkong tua. Jaman dulu, singkong adalah makanan pokok masyarakat kuno sebelum ditemukan budidaya beras, jagung atau gandum.

Bukan hanya umbinya yang memiliki rasa yang khas, namun daun singkong pun bisa disulap menjadi sayuran yang sangat nikmat. Sudah bukan rahasia lagi kalau sayuran merupakan sumberzat gizi yaitu mineral, vitamindan protein, di antara berbagai sayuran kandungan gizi daun singkong termasuk baik. Kandungan proteinnya yang tinggi merupakan sumber energi yang setara dengan karbohidrat.
Karena daun singkong mengandung vitamin (A, B17, dan C), kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang dan zat besi, maka daun singkong mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Berikut ini merupakan manfaat daun singkong untuk kesehatan :
Manfaat :

1. Mengobati sakit kepala
Anda dapat memanfaatkan daun singkong untuk mengobati sakit kepala. Caranya yaitu coba sekali kali kompres dengan daun singkong. Ambilah beberapa lembar daun. Lalu tumbuklah sampai halus. Setelah itu kompreskan pada bagian yang dirasa sakit.

2. Mengatasi rematik
Daun singkong dapat digunakan untuk mengatasi rematik. Hal ini bisa dilakukan dengan pemakaian dalam dan pemakaian luar.
a. Pemakaian luar caranya yaitu :
Sediakan 5 lembar daun singkong, 15 gram jahe merah, dan kapur sirih secukupnya, dihaluskan dan ditambahkan air secukupnya. Setelah diaduk, ramuan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.
b. Pemakaian dalam caranya yaitu :
Sediakan 100 gram batang singkong, satu batang sereh dan 15 gram jahe direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 400 cc. Kemudian disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

3. Untuk mengobati diare
Daun singkong ternyata juga mampu mengobati diare. Caranya yaitu rebuslah daun singkong di air kira kira 900 cc, lalu biarkan sampai tinggal separonya atau 450 cc. Kemudian saring daun tersebut hingga menjadi separonya lagi. Kemudian minumlah 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.

4. Mencerdaskan otak
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa di dalam daun singkong ada berbagai kandungan asam amino yang diperlukan tubuh baik untuk membantu mengubah karbohidrat menjadi energi, membantu pemulihan kulit dan tulang, meningkatkan daya ingat, kinerja otak dan metabolisme asam amino lain. Dalam kaitan mencerdaskan otak ada beberapa asam amino yang terkandung dalam daun singkong yaituasam glutamik, phenilalanin, tirosin dan triptophan.

Manfaat lain:

- Daun singkong dapat gunakan sebagai obat penambah darah karena memiliki kandungan zat besi yang tinggi.
- Daun singkong dapat digunakan untuk mengompres pada luka bakar karena dapat mempecepat proses pendinginan.
- Umbi singkong juga dapat dipakai sebagai obat panas dalam dengan cara diparut terlebih dahulu dan diambil air perasannya. 
- Air perasan umbi singkong terbukti mengandung getah dan tepung maka bisa dipakai untuk obat maag dan panas dalam.
- Air perasan umbi dapat mengobati luka pada lambung, karena fungsinya sebagai antibiotik. Sedangkan pada penderita panas dalam air perasan umbi singkong tersebut dapat mendinginkan daerah pencernaan.

Melihat begitu banyak manfaat daun singkong bagi tubuh kita dan apalagi daun ini harganya cukup ekonomis dan bahkan bisa dipetik begitu saja di kebun. Dengan demikian masyarakat kita perlu sering mengonsumsi daun singkong agar tercipta masyarakat yang cerdas dan sehat.

Sumber : http://tradisionalsehat.blogspot.com/2012/02/manfaat-daun-singkong.html


Rabu, 03 Desember 2014

AYO KEMBANGKAN OLAHAN PANGAN BERBASIS SINGKONG


HASIL OLAHAN PANGAN BERBASIS SINGKONG

Memilih terigu menjadi alternatif pangan pokok, ternyata bukan pilihan yang dapat menyelesaikan masalah, tetapi terbukti menimbulkan masalah baru yang tidak kalah pelik. Saat ini industri yang berbahan baku terigu, baik industri besar maupun industri kecil, serta konsumen rumah tangga yang sudah tergantung terigu makin menjerit karena harga terigu yang terus melambung.

Sebagai subtitusi dari tepung terigu maka perlu dilakukan sosialisasi dalam penggunaan bahan pangan pengganti yang dapat bersaing dengan gandum sebagai bahan dasar pembuatan makanan. Tepung singkong atau tepung tapioka mempunyai potensi sebagai bahan pengganti karena kemudahan dalam penanaman bahan baku, pengolahan serta harga yang relatif murah

Ekspor singkong Indonesia dalam bentuk gaplek (keratan ubi singkong yang dikeringkan), tepung gaplek, ataupun tepung tapioka cukup meyakinkan dan dapat bersaing, seperti gaplek Indonesia yang sangat terkenal di mancanegara, terutama di Uni Eropa, selain itu singkong dapat diolah menjadi Tepung, Gula tepung dan Gula Cair ( Fruktosa & Glukosa ), Cassava Chips dll.

HASIL OLAHAN SINGKONG SEBAGAI BAHAN BAKU BIOFUEL

Dua ancaman serius yang muncul akibat ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, yakni:

1. faktor ekonomi (keterbatasan eksplorasi yang berakibat pada suplai, harga; dan fluktuasinya), serta
2. faktor polusi bahan bakar fosil yang merugikan lingkungan hidup, mau tidak mau memaksa umat manusia untuk memikirkan alternatif energi yang lebih terjamin pengadaannya serta ramah terhadap lingkungan.

Gasohol adalah salah satu alternatif yang memungkinkan transisi ke arah implementasi energi alternatif berjalan dengan mulus. Dari sisi teknik pembangkitan daya dan emisi gas buang, ethanol (dalam bentuk murni ataupun campuran) relatif superior terhadap gasolin.

Terdapat beberapa hal yang bisa dipelajari dari Brazil dalam implementasi bioethanol, yakni:

1. Perlunya diversifikasi sumber ethanol untuk menghindari penurunan kualitas tanah secara radikal
2. Implementasi bahan bakar bioethanol lebih baik dimulai dari pencampuran gasoline + ethanol, bukan dari penggunaan bioethanol 100%. Hal tersebut akan menjamin transisi ke arah bioenergy secara lebih mulus sambil menyiapkan secara lebih matang seandainya era penggunaan bioethanol 100% dipandang sudah tiba
3. Perlunya kerjasama yang erat dengan pihak industri otomotif untuk menyediakan kendaraan yang optimal bagi implementasi bahan bakar gasoline + ethanol
4. Perlu sinergi antar instansi serta antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka penyediaan bahan baku, pemrosesan, serta distribusi bahan bakar bioethanol.
5. Penggunaan bahan bakar ethanol (murni ataupun campuran dengan gasolin) diperhitungkan telah menekan emisi CO2 di Brazil dari tahun 1995-2010 sebesar 293 ton (hipotesis rendah) hingga 461 ton (hipotesis tinggi). Ini berarti emisi CO2 tahunan yang bisa dikurangi di Brazil adalah sekitar 12% bila menggunakan hipotesis tinggi (Riberio dkk, 1997).

Sumber etanol tidak hanya berasal dari tebu dan singkong melainkan juga bisa didapatkan dari jagung, ubi jalar, sorgum, sweet sorgum, kentang, beet dan juga padi dengan efisiensi etanol yang tertinggi berasal dari jagung yang jumlahnya mencapai 400 liter per 1000 kilogram. Diikuti tetes tebu yang mencapai 250 liter per 1000 kilogramnya dan ubi kayu sejumlah 166,6 liter per kilogramnya.

Namun, bila diimplementasikan dari hasil panen masing-masing jenis tanaman maka tanaman yang menghasilkan etanol dengan produktivitas tertinggi adalah tebu disusul dengan ubi kayu.
Sumber : http://archive.kaskus.co.id/thread/2727295/0/singkong-solusi-bangsa

Selasa, 02 Desember 2014

Singkong komoditas strategis.... solusi bangsa !


Singkong Solusi Bangsa.....

Singkong/Ubi Kayu (Tapioca/Cassava) sejak dulu sudah terstigma "rendahan-kampungan", padahal dibalik stigma tersebut singkong memiliki "power" multi dimensi yang luar biasa.

Sangat banyak diantara kita yang tidak mengetahui bahkan "buta" sama sekali tentang kegunaan singkong, dan tanpa kita sadari bahwa ternyata kita semua ummat manusia diseluruh penjuru dunia dalam kurun waktu hidup kita telah menkonsumsi singkong dengan proporsi masing-masing setiap hari....setiap hari !

Well, coba liat daftar derivatif singkong/ubi kayu sebagai berikut :
Singkong >>>>Tepung Tapioca (Tapioca/Cassava Flour) :

1.Sorbitol
2.Modified Tapioca Flour
3.Sorbitol Powder
4.Maltitol
5.Glucose/Maltose Syrup
6.Maltodextrine & Dried Glucose Syrup
7.Dextrose Monohydrate

Dan secara global derivatif singkong yang disebut diatas kemudian dipergunakan diantaranya diolah lagi menjadi :

[*]Bahan dasar pasta gigi (odol) merek apapun
[*]Bahan dasar Tablet dan Kapsul
[*]MSG (Bumbu masak)
[*]Aneka Soft drink, Energy Drink, Syrup, Buah Kaleng, dll sebagai pemanis (Glucose)
[*]Saos Tomat, Sambel Botol (Instant), Ikan Kaleng, dll sebagai pengental
[*]Permen (Glucose)
[*]Ice Cream, sebagai pengental dan pemanis
[*]Aneka Waffer, sebagai crispy agent (yg membuat kriuk-kriuk)
[*]Kertas, sebagai perekat dan pemersatu bubur kertas (pulp), kertas ga' akan bisa tinta meresap dengan sempurna kalau tidak ada campur tangan singkong !
[*]Aneka Lem (Perekat)
[*]Perekat Warna sekaligus pada Textil
[*]Alkohol (medical)
[*]Bio Ethanol (Bahan Bakar masa depan yang sangat ramah lingkungan)
[*]Makanan ternak
[*]Aneka makanan ringan tradisional, dll

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat video berikut ini :
SINGKONG RAKSASA PANJANG 4 METER+
Link : http://www.youtube.com/watch?v=s9LUiBnYAWo
Budidaya Singkong Secara Modern 'n Keren di Brazil
Link :http://www.youtube.com/watch?v=6MiI39DXDNo

Dari data kepabeanan kita, Indonesia masih mengimpor tepung tapioca terutama dari thailand dan kamboja. Kan aneh, padahal kalau dilihat dari potensi luasan lahan kita lebih unggul dari kedua negara tersebut, padahal Koes Ploes telah lama "mengingatkan" akan keunggulan singkong dan hampir sebagian dari kita ingat akan lirik berikut : "tongkat kayu dan batu jadi tanaman".

Keunggulan komparatif singkong :
1. Mudah di budidayakan
2. Masih banyaknya lahan nganggur disekitar kita
3. Singkong tidak mengenal musim, singkong hanya butuh air dan perwatan intensif 3-4 bulan pertama.
4. Perawatan dan pemeliharaan yg mudah
5. Pasar yang masif
Sumber : http://archive.kaskus.co.id/thread/2727295/100

Minggu, 30 November 2014

Cinta Petani terhadap Sang Singkong berbuah Penghasilan


Warianto, Petani Pecinta Singkong

30 Nov 2013 | 21:23
13858172121206297729
Sumber: Warianto sedang mempraktekkan cara mengokulasi singkong 
Adalah Warianto, seorang petani bersahaja yang sudah puluhan tahun melakukan eksperimen terhadap tanaman singkong alias ubi kayu. Saking seriusnya ia meneliti dan membudidayakan tanaman yang termasuk jenis ketela pohon ini, pada tahun 2007 ia terbang ke Samarinda, Kalimantan Timur, untuk mempelajari singkong gajah langsung dari ahlinya. Juga untuk mendapatkan bibit singkong gajah ini, yang waktu itu masih merupakan varian temuan baru. Ada pun penemu (kembali) singkong raksasa ini sejatinya adalah Profesor Ristono, peneliti asal universitas Mulawarman.
Sepulang dari Kalimantan Timur, Warianto berjaya membawa satu batang stek singkong gajah, sepanjang 30 cm, berikut satu eks buku petunjuk tehnik budidayanya. Stek itu lalu dipotong tiga, lalu ditanam dan dikembangkan.
Waktu penulis datang ke kebun singkong Warianto, ada bermacam jenis singkong yang ia tanam. Ada singkong gajah, singkong lampung, singkong Mukibat, singkong kuning, singkong roti, singkong Darul Hidayah dan lainnya. Cara penanaman singkong itu juga dilakukan dengan berbagai cara. Ada stek, okulasi, kopulasi dan stek cangkok benam.
1385820491177294843
Sumber: Ubi lampung umur 6 bulan
Beruntung, saat itu Warianto sedang memanen singkong gajahnya. Dari delapan pohon singkong umur delapan bulan yang dicabut, dihasilkan 105 kg ubi segar. Warianto menerangkan bahwa ubi yang dipanen ini sengaja tidak dipupuknya, sebagai bagian dari eksperimen. Sedangkan yang dipupuk sesuai dosis, dengan jarak tanam 1m x 1 m, satu pohon singkong gajah umur sepuluh bulan, bisa menghasilkan 20-25 kg ubi. Jika jarak tanam diperlebar menjadi 1x1,5m, maka ubi segar perpohon bisa mencapai 35 kg.
13858192661444258011
Sumber: Hasil singkong gajah umur 8 bulan
Warianto juga menerangkan bahwa ubi lampung, ubi kelanting, ubi Darul Hidayah, dan ubi roti, masih belum bisa mengalahkan produksi ubi segar dari singkong gajah. Produksi ubi gajah hanya bisa dikalahkan oleh ubi Mukibat versi Warianto. Yakni, okulasi singkong dengan batang bawah ubi gajah, dan batang atas ubi karet alias ubi bunga. Dengan cara ini, satu pohon bisa menghasilkan 40-50 kg ubi segar.
1385820640484323379
Sumber: ubi Mukibat versi Warianto, umur 4 bulan
Dari sekian banyak jenis ubi, ubi kuninglah yang paling sedikit buahnya. Satu pohon hanya menghasilkan 0,5-2 kg ubi segar saja. Namun Warianto tetap menanamnya, karena ia memang pecinta singkong.
1385820380158971357
Sumber: Ubi kuning umur 6 bulan
Sebelum pulang, Warianto menyempatkan diri memberi kursus gratis kepada penulis tentang cara terbaik mengokulasi singkong gajah dengan singkong karet.
Ternyata, ada beberapa trik khusus yang sangat penting agar okulasi berhasil, dan buahnya nanti banyak. Trik yang tak akan didapat jika dicari di dunia maya.
1385821152452624226
Sumber: cara okulasi singkong gajah
Warianto sendiri menjual bibit singkong gajah okulasi ini seharga Rp.2.500/pohon.
Pembeli harus memesan dulu jika berminat.

Sumber : http://m.kompasiana.com/post/read/612699/1/warianto-petani-pecinta-singkong.html