...Singkong jadi Andalan Indonesia untuk Pangan, Pakan dan Energi...

Minggu, 30 November 2014

Potensi produksi aneka jenis dan varietas Singkong di Indonesia


Daftar Varietas Singkong dan Hasilnya

20 Dec 2013 | 14:42


Nama Singkong - Tonase Rerata hasil ubi segar
/ hektar / 10 bulan
1.Adira 1 28
2.Adira 2 32
3.Adira 4 -35
4.Malang 1 - 36
5.Malang 2 - 32
6.Malang 4 - 40
7.Malang 6- 37
8.Darul Hidayah- 80
9.Gajah- 120
10.Mekar Manik - 55
11.Mangu - 80
12.Lampung - 50
13.Mukibat 1 -80
14.Mukibat 2- 100
15.Mukibat 6- 130
16.Malaysia - 54
17.Trambesi- 34
18.Begog- 38
19.Kuning- 13.
20.Hijau- 32
21.Tahun- 28
22.Pulut- 24
23.Putih- 26
24.Keling- 18
Catatan :
-Semua varian singkong mukibat adalah singkong okulasi/kopulasi. Harga bibit rp.2.000-2.500/stek sambung.
-Singkong Darul Hidayah adalah singkong hasil pemuliaan. Bibit F3-nya, dst, sudah kurang menghasilkan.
-Singkong gajah adalah singkong alami asal Kaltim. Bibitnya bisa ditanam sampai tak terbatas keturunan ke berapa, dengan hasil tetap.
-Harga ubi segar kontrak 2013-2014 di Sumut di tingkat petani adalah rp.700/kg-nett. Upah panen dan transportasi sudah ditanggung pabrik.
Sumber : http://m.kompasiana.com/post/read/618184/1/daftar-varietas-singkong-dan-hasilnya.html

Jenis-jenis Singkong yang Enak untuk Dimakan


Jenis-jenis Singkong yang Enak untuk Dimakan

Salah satu bahan makanan khas tradisional Indonesia adalah singkong, ketela, atau umbi kayu. Singkong mempunyai varietas atau jenis-jenis yang berbeda walaupun tampilannya dari luar tampak sama. Ada juga jenis singkong yang tidak boleh dimakan karena mengandung racun.

Berikut ini informasi mengenai jenis-jenis singkong yang enak untuk dimakan.

1. Singkong Manggu

Singkong manggu berasal dari Jawa Barat yang telah dikenal sejak lama dan mempunyai diameter batang 4 - 5 cm. Jenis singkong yang satu ini bisa dikonsumsi karena mempunyai rasa yang enak, manis, dan dapat diolah menjadi beragam makanan. Singkong manggu mudah ditanam, mudah dikupas, dagingnya empuk, dan renyah serta mempunyai kadar pati yang tinggi.

2. Singkong Kuning atau Singkong Mentega

Singkong ini mempunyai tekstur lebih kenya dan legit serta warna yang kuning. Masakan yang dibuat menggunakan singkong ini mempunyai warna yang cantik dan menggugah selera. Singkong kuning sering dibuat menjadi tape singkong dengan rasa yang manis dan warna kuning yang cantik.

3. Singkong Gajah

Singkong Gajah
singkong-gajah.blogspot.com

Singkong ini berasal dari Kalimantan Timur dan mempunyai umbi yang besar dengan diameter 8 cm. Ketela yang satu ini bisa dikonsumsi dan mempunyai rasa yang gurih seperti mengandung mentega. Singkong ini dijadikan tepung dan bahan baku bioetanol. Singkong gajah memiliki umbi yang berat, mudah ditanam, dan bisa langsung dikonsumsi sebagai bahan makanan pengganti beras dengan rasa ketan.

4. Singkong Putih

Singkong putih memiliki tekstur yang lebih keras dan warna yang putih. Singkong yang satu ini cocok untuk aneka resep yang memakai teknik rebus atau kukus seperti kolak singkong, sup singkong daging, dan lain sebagainya.

5. Singkong Mukibat

Singkong mukibat berasal dari Jawa Timur yang ditemukan oleh Mukibat, seorang petani di desa Ngadiluwih, Kediri. Singkong mukibat merupakan hasil dari okulasi atau penyambungan antarbatang. Mukibat pertama kali membudidayakan singkong ini dengan cara menyambung singkong biasa dengan singkong karet. Biasanya, umbi singkong mukibat diambil patinya untuk diolah sebagai bioetanol.

6. Singkong Emas

Jenis singkong ini merupakan rekayasa bibit singkong dari Thailand yang dikawinkan dengan singkong karet lokal. Umbi ini pertama kali diperkenalkan di Bengkulu dan ditanam oleh petani Bengkulu. Umbi singkong emas ini bisa diolah pabrikasi menjadi beragam produk jadi seperti tepung terigu, minyak kompor, spirtus, bahan pembuat jamu hingga pakan ternak.

Sumber  :  http://intips-food.blogspot.com/2014/02/jenis-jenis-singkong-yang-enak-untuk-dimakan.html

Aneka jenis dan varietas Singkong yang dirilis Kemeteroan Pertanian

JENIS-JENIS (VARIETAS) SINGKONG/UBI


Varietas-verietas singkong unggul yang biasa di tanam antara lain: Valenca, Mangi, Betawi. Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1, Gading, Andira 2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4. Di beberapa daerah, singkong (Manihot utilissima) di kenal dengan berbagai nama, seperti ubi kayee (aceh), kasapean (sunda), Singkong (Jakarta),  tela pohong (jawa), tela belada (madura), lame kayu (makassar), pangala (papua).
Beberapa varietas unggul singkong yang telah dilepas oleh Kementrian Pertanian antara lain Adira 1, Adira 2, Adira 4, Malang 1, Malang 2, Darul Hidayah, Malang 4 maupun Malang 6.

Adira 1
Adira 1 mempunyai pucuk daun berwarna coklat dengan tangkai merah pada bagian atas dan merah muda pada bagian bawahnya.  Bentuk daunya menjari agak lonjong.  Warna batang muda hijau muda  sedangkan batang tua coklat kuning. Umur tanaman antara 7 -10 bulan dengan tinggi tanaman mencapai 1-2 meter.
Umbinya berwarna kuning dengan kulit luar coklat dan kulit dalam kuning.  Umbinya mempunyai rasa yang enak direbus, degan kadar tepung 45% dan kadar protein 0,5% pada saat basah serta kadar sianida (HCN) mencapai 27,5 mg per kilogram.  Umbinya cocok untuk diolah menjadi tape, kripik singkong atau dikonsumsi langsung.
Adira 1 agak tahan terhadap serangan hama tungau merah (Tetranichus bimaculatus), tahan terhadap bakteri hawar daun Pseudomonas sonacaearum, dan Xantohomonas manihots.
Adira 1 mempunyai potensi hasil yang cukup tinggi mencapai rata-rata 22 ton per hektar

Adira 2
Adira 2 mempunyai ciri-ciri daunya berbentuk menjaai agak lonjong dan gemuk dengan warna pucuknya ungu.  Warna tangkai daun bagian atas merah muda dan bagian bawahnya hijau muda.  Warna tulang daunya merah muda pada bagian atas dan bagian bawahnya hijau muda. Warna batang muda hijau  muda dan menjadi putih coklat saat sudah tua.  Tinggi tanaman sekitar 1 – 2 meter dengan umur tanaman mencapai 8 -12 bulan.
Warna umbi putih dengan kulit bagian luar putih coklat dan bagian dalamnya ungu muda.  Kualitas rebusnya bagus namun rasanya agak pahit.  Umbinya mempunyai kandingan tepung 41% dan protein 0,7% saat basah dengan kadar sianida (HCN) sekitar 124 mg per kilogram.  Umbinya cocok untuk bahan baku tepung tapioka.
Adira 2 ini tahan terhadap serangan penyakit layu (Pseudomonas solanacearum) dan agak tahan terhadap tugau merah (Tetrabnichus bimaculatus).
Adira 2 mempunyai potensi hasil cukup tinggi mencapai 22 ton per hektar umbi basah.

Adira 4.
Ciri-ciri dari Adira 4 ini antara lain pucuk daun berwarna hijau dengan bentuk daunya biasa agak lonjong dan tulang daunya berwarna merah muda pada bgaian atas serta hijau muda pada bagian bawahnya.  Warna tangkai daun bagian ataas merah kehijauan dan bagian bawahnya hijau muda.  Warna batang muda hijau dan batang tua abu-abu. Tinggi tanaman antara 1,5 – 2 meter dengan umur tanaman mencapai 10 bulan.
Umbinya berwarna putih dengan kulit luar coklat dan ros bagian dalamnya.  Umbinya mempunyai kualitas rebus yang bagus namun agak pahit.  Umbinya mempunyai kandungan tepung mencapai 18-22 % dan proteinya 0,8 – 22% dengan kadar HCN sekitar 68 mg per kilogram. Umbinya  cocok untuk  bahan baku tepung tapioka.
Adira 4 tahan terhadap serangan Pseudomonas solanacearum, dan Xanthomonas manihots, dan agak  tahan terhadap hama tungau merah (Tetranichus bimaculatus).
Adira 4 ini mempunyai potensi hasil yang tinggi mencapai 35 ton per hektar umbi basah.

Malang 1.
Malang 1 mempunyai daun berwarna hijau keunguan dengan bentuk daun menjari agak gemuk.  Dengan tangkai daun bagian atas hijau kekuningan dengan becak ungu merah pada bagian pangkal bawah.  Warna batang muda hijau muda dan hijau keabu-abuan pada bagian bawahnya.  Tinggi tanaman mencapai 1,5 – 3,0 meter dengan umur tanaman mencapai 9-10 bulan.
Umbinya berwarna putih kekuningan dengan kualitas rebus yang enak dan rasa manis. Kandungan tepungnya mencapai 32-36% dan proteinya mencapai 0,5 % umbi segar.  Kadar sianida (HCN) kurang dari 40 mg per kilogram dengan metode asam pikrat.  Umbinya cocok sebagai bahan baku tepung tapioka.
Malang 1 ini toleran terhadap serangan tungau merah Tetranichus sp dan becak daun Cercospora spserta daya adaptasinya cukup luas.
Potensi hasilnya cukup tinggi antara 24,3 sampai 48,7 ton per hektar dengan rata-rata hasil mencapai 36,5 ton per hektar.

Malang 2. 
Malang 2 mempunyai bentuk daun menjari dengan cuping yang sempit.  Warna pucuk daunya hijau muda kekuningan dengan tangkai daun atas hijau muda kekuningan dan bagian bawahnya hijau.  Warna batang muda hijau muda dan batang tua coklat kemerahan.  Tinggi tanamn mencapai 1,5 – 3,0 meter dengan unmur mencapai 8 – 10 bulan.
Warna umbinya kuning muda dengan warna kulit luar coklat kemerahan dan putih kecoklatan bagian dalamnya.  rasa umbinya enak dengan kandungan tepungnya mencapai 32 – 36%, protein 0,5% umbui segar dan sianida (HCN) kurang dari 40 mg per kilogram dengan metode asam pikrat.
Malang 2 toleran terhadap penyakit becak daun Cercospora sp dan hawar daun (Cassava bacterial blight) namun agak peka terhadap tungau merah Tetranichus sp.
Potensi hasilnya tinggi mencapai 20 – 42 ton per hektar dengan rata-rata hasil mencapai 31, 5 ton per hektar umbi basah.

Malang 4.
Bentuk daunya menjari dengan lamina gemuk.  Warna daun muda ungu dan berubah menjadi hijau saat tua dengan tangkai daun berawarna hijau.  Warna batang keunguan. Malang 4 termasuk varietas singkong yang tidak bercabang. Tinggi tanaman kurang dari 2 meter dan umur tanaman mencapai 9 bulan.
Umbinya berwarna putih dengan kulit luar coklat dan kulit bagian dalam kuning.  Ukuran umbinya besar dan kualitas rebusnya baik namun rasanya agak pahit.  Kandungan tepung 25 – 32 % dan sianida (HCN) kurang dari 100 ppm dengan metode asam pikrat.
Malang 4 agak tahan terhadap tungau merah Tetranichus sp.  Selain itu Malang 4 juga adaptif pada lahan-lahan dengan kandungan hara sub optimal.  Potensi hasilnya tinggi mencapai 39.7 ton per hektar umbi basah.

Malang 6.
Bentuk daunya menjari dengan lamina gemuk. Warna daun muda ungu dan yang tua berwarna hijau dengan tangkai daun hijau muda.  batang berwarna abu-abu.  Tinggi tanamn kurang dari 2 meter dengan umur tanaman mencapai 9 bulan.
Umbinya berwarna putih dengan kulit luar berwarna putih dan berwarna kuning pada bagian dalamnya.  Ukuran umbi termasuk sedang dengan kualitas rebusnya baik, namun rasanya pahit.  kandungan tepung 25 – 32 % dan sianida (HCN) kurang dari 100 ppm dengan metode asam pikrat.
Malang 6 agak tahan terhadap tungau merah Tetranichus sp. Potensi hasilnya tinggi  dengan rata-rata hasilnya mencapai 36,41 ton per hektar umbi basah.  Selain itu Malang 6 adaptif terhadap hara sub optimal.

Darul Hidayah
Bentuk daunya menjari agak ramping dengan warna pucuk daun hijau agak kekuningan dan tangkai daun tua berwarna  merah.    Warna batang muda hijau dan yang tua berwarna putih.  Kulit batangnya  mudah  mengelupas.  Bercabang sangat ekstensif hingga mencapai 4 cabang.  Tinggi tanamn mencapai 3,65 meter dengan umur tanaman mencapai 8 -12 bulan.
Umbinya memanjang berwarna putih dengan tekstur padat, kualitas rebus baik dengan rasa umbinya kenyal seperti ketan.  kandungan tepung 25 – 31,5 %, kandungan air 55 – 65%, kandungan serat 0,96% dan dan kandungan sianida (HCN) cukup rendah   kurang dari 40 mg per kilogram dengan metode asam pikrat.  Umbinya cocok untuk bahan baku kripik singkong.
Potensi hasilnya sangat tinggi mencapai 102,10 ton per hektar  umbi basah namun varietas ini agak peka terhadap tunga merah Tetranichus sp dan penyakit bususk jamur Fusarium sp.
Sumber: Biro Umum dan Humas Deptan

Sumber :  http://ayatcahyadi1.blogspot.com/2013/05/jenis-singkongubi.html

Rabu, 13 November 2013

Singkong Gajah Dari Samarinda Masuk Pentas Internasional

 

IMG-20130509-00196

Singkong Gajah Dari Samarinda Masuk Pentas Internasional

Rencana bisnis dari Singkong Gajah (Elephant Casava) yang ditemukan oleh Professor  Ristono di Samarinda kini bersaing di pentas international dalam ajang Lee Kuan Yew Global Business Plan Competition yang diadakan oleh Singapore Management University. Kompetisi ini sendiri bertujuan mencari ide – ide baru yang dapat menggugah dunia.

Dan tidak tanggung – tanggung, saat ini dalam kompetisi, ide Singkong Gajah masuk 6 besar dari 16 ide yang lolos ke semifinal. Dan perlu diketahui, untuk masuk tahap semifinal ini grup Singkong Gajah harus menyisihkan ratusan ide – ide bisnis lainnya yang berasal dari 75 institusi dan universitas di seluruh dunia. Namun masih ada satu tahap lagi yang harus dilalui sebelum akhirnya dipertemukan oleh Angel Investor dengan perusahaan agricultur raksasa “Wilmar” selaku sponsor tunggal kompetisi yang kemungkinan besar akan memberikan investasi penuh bagi pemenang kompetisi.
Adalah Arbiyan Christianto dan Aryo Andityo, dua mahasiswa dari Universitas Gajah Mada yang meminjam produk Singkong Gajah untuk diperkenalkan kepada komunitas internasional.

Dalam kompetisi, tim memperkenalkan Singkong Gajah dengan pendekatan korporasi. Dijelaskan dalam rencana bisnis bahwa Singkong Gajah adalah tanaman multyfungsi yang mampu mencapai break event point (titik impas) dalam jangka waktu sangat singkat. Perusahaan yang dibentuk juga akan berdasarkan konsep social corporation dan eco friendly business dimana realisasinya akan memberdayakan petani tradisional dan masyarakat desa dalam memproses Singkong Gajah menjadi produk – produk seperti tepung mocaf, biobriket, flavonoid, dan baglogs tanpa menyisakan limbah sama sekali.

Kedua mahasiswa ini menganggap bahwa Singkong Gajah memang superior dari segi apapun. Namun sangat disayangkan bahwa perhatian pemerintah dirasa masih sangat minim terhadap Singkong Gajah yang dapat memajukan kualitas hidup masyarakat itu. Oleh karena itu, perlu perjuangan ekstra keras untuk mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak.

Prof Ristono, sekaligus pembina dalam kompetisi ini, kepada tribunkaltim.co.id Senin (19/8/2013) lebih memperinci terkait “supernya” produk temuannya ini. Dari 1 hektar sendiri, dapat dihasilkan sekitar 100 ton Singkong Gajah. Sangat jauh dari singkong tradisional yang hanya 5 – 10 ton perhektarnya. Memang selama ini, produksi singkong dapat ditingkatkan dengan bahan kimia namun sama saja akan menambah permasalahan dunia yang baru. Singkong Gajah menurut Ristiono dapat menjawab sedikitnya 4 masalah terbesar yang di hadapi dunia saat ini. Mulai dari masalah pangan, energi, kesehatan dan inilah yang selalu ditekannya kepada dua mahasiswa yang sedang berkompetisi.

“Produk apa yang ada nilai ekonomisnya, yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh, secara orang banyak dalam waktu singkat dengan tekhnologi yang ada dulu. Itu yang perlu dipikirkan,” kata Ristono.

Untuk pangan, Singkong Gajah diolah sedemikian rupa menjadi tepung mocaf yang sangat layak untuk menggantikan tepung gandum yang ada selama ini. Untuk energi, tepung kanji dapat digunakan sebagai perekat dalam pembuatan briket batu bara (biobriket). Dan untuk kesehatan, kandungan flanovoid di Singkong Gajah juga dapat menyembuhkan penyakit kanker. Bahkan sisa dari proses produksi ini dapat digunakan sebagai media tanam (baglogs) sehingga  nyaris tanpa limbah.

Dan rencananya, Ristiono sendiri juga akan mengikuti langsung acara final pada 24 Agustus mendatang di Singapura.

“Saya ingin melihat seperti apa produk yang di tawarkan 6 finalis lainnya,” kata Ristiono.
 
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim
Sumber Foto : http://singkonggajah.wordpress.com/
 


Bangun Industri Pengolahan Singkong Gajah di PPU

Bangun Industri Pengolahan Singkong Gajah di PPU

Bangun Industri Pengolahan Singkong Gajah di PPU


Singkong Gajah, perlahan menjadi tanaman andalan petani di Kaltim. Sayangnya, sampai saat ini para petani Singkong Gajah kerap mengaku kesulitan menjual hasil tanaman mereka. Hal ini diakui pula oleh Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Ibrahim. Menurut Ibrahim, saat ini baru tersedia pabrik pengolahan Singkong Gajah dalam skala kecil di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).


"Yang skala kecil ada, dengan kapasitas baru puluhan kilogram (kg) saja. Itu di PPU. Kalau dalam jumlah besar belum," kata Ibrahim.

Namun, 2014 mendatang, diperkirakan akan berdiri pabrik pengolahan Singkong Gajah menjadi chip dalam kapasitas besar, di Kabupaten PPU.

"PT Sasamba akan mendirikan industri pengolahannnya menjadi chip (potongan-potongan kecil). Sekarang masih mencari lokasinya di PPU," ujar Ibrahim.

Direncanakan, industri pengolahan Singkong Gajah di PPU nanti berkapasitas sekitar 5.000 ton perhari. "Rencananya, mesin yang di Jawa Barat itu akan dipindahkan ke PPU. Investor dari Cina meminta 5.000 ton sehari. Tapi kemungkinan kapasitas pabrik lebih dari itu, karena harus produksi juga untuk bioetanol," jelas Ibrahim.


Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2013/10/27/bangun-industri-pengolahan-singkong-gajah-di-ppu
Sumber Foto : http://jualsingkonggajah.blogspot.com/

Uji Coba Tanam Singkong Gajah Hasilkan 42 Kg


Uji Coba Tanam Singkong Gajah Hasilkan 42 Kg
Uji Coba Tanam Singkong Gajah Hasilkan 42 Kg
Satu tahun yang lalu saya menanam singkong gajah di samping rumah , umur satu tahun setelah saya cabut beratnya mencapai 42 kg. kemudian saya ceritakan kepada kawan saya mengenai pengalaman menanam singkong gajah ini. dan kawan saya balik bertanya kepada saya :

Apa yang kamu lakukan untuk merawat singkong gajah supaya dalam satu tahun menghasilkan 42 kg singkong ??

Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dalam saya merawat tanaman singkong ini , Singkong Gajah ini Selain karena memang jenis singkong unggu.
saya hanya memberi pupuk dasar 3 kg kompos dan saya buatkan guludan sebelum saya tancapkan stek bibit singkong gajah , setelah umur satu bulan saya tambahkan lagi pupuk kompos 5 kg kemudian saya tutup dengan jerami padi. umur 1 , 3 dan 5 bulan saya beri pupuk UREA & NPK. Setelah itu sampai panen tiba saya hanya membersihkan gulma di sekitar tanaman agar tidak tumbuh.

Karena dulu saya tidak sempat mendokumentasikan , Baiklah kali ini saya akan mencoba menanam kembali dan saya dokumentasikan mulai dari awal penanaman sampai panen untuk saya posting disini :
Uji coba kembali mulai dari awal tanam akan saya gunakan satu pohon tanaman yang sama :

Singkong Gajah
1. Umur 10 Hari , Yang sebelumnya sebelum di tanam sudah saya kasih pupuk dasar kotoran ayam kering campur kulit padi.


2. Umur 18 Hari , tinggi tunas sudah mencapai 12 cm

Singkong Gajah
3. Umur 1 Bulan , Saya tambahkan lagi pupuk kompos 2 kg dan mulsa organik

Singkong Gajah
4. Umur 3 Bulan , Tinggi pohon mencapai 170 cm dan midle batang 2,5 cm

Singkong Gajah
5. Umur 8 Bulan , Midle batang mencapai 5 cm - See more at: http://www.singkonggajah.com/2013/02/uji-coba-tanam-singkong-gajah-hasilkan.html#sthash.YclS5LtZ.dpuf

Uji Coba Tanam Singkong Gajah Hasilkan 42 Kg

Satu tahun yang lalu saya menanam singkong gajah di samping rumah , umur satu tahun setelah saya cabut beratnya mencapai 42 kg. kemudian saya ceritakan kepada kawan saya mengenai pengalaman menanam singkong gajah ini. dan kawan saya balik bertanya kepada saya :

Apa yang kamu lakukan untuk merawat singkong gajah supaya dalam satu tahun menghasilkan 42 kg singkong ??

Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dalam saya merawat tanaman singkong ini , Singkong Gajah ini Selain karena memang jenis singkong unggu.
saya hanya memberi pupuk dasar 3 kg kompos dan saya buatkan guludan sebelum saya tancapkan stek bibit singkong gajah , setelah umur satu bulan saya tambahkan lagi pupuk kompos 5 kg kemudian saya tutup dengan jerami padi. umur 1 , 3 dan 5 bulan saya beri pupuk UREA & NPK. Setelah itu sampai panen tiba saya hanya membersihkan gulma di sekitar tanaman agar tidak tumbuh.

Karena dulu saya tidak sempat mendokumentasikan , Baiklah kali ini saya akan mencoba menanam kembali dan saya dokumentasikan mulai dari awal penanaman sampai panen untuk saya posting disini :
 
Uji coba kembali mulai dari awal tanam akan saya gunakan satu pohon tanaman yang sama :
 

Singkong Gajah


1. Umur 10 Hari , Yang sebelumnya sebelum di tanam sudah saya kasih pupuk dasar kotoran ayam kering campur kulit padi.


2. Umur 18 Hari , tinggi tunas sudah mencapai 12 cm

Singkong Gajah

 
3. Umur 1 Bulan , Saya tambahkan lagi pupuk kompos 2 kg dan mulsa organik

Singkong Gajah

 

4. Umur 3 Bulan , Tinggi pohon mencapai 170 cm dan midle batang 2,5 cm

Singkong Gajah


5. Umur 8 Bulan , Midle batang mencapai 5 cm

Bersambung . .
Oke sampai disini dulu , 4 Bulan lagi akan saya upload foto hasil singkongnya setelah saya cabut . . ' karena sekarang baru berumur 8 bulan.

Sumber : http://www.singkonggajah.com/2013/02/uji-coba-tanam-singkong-gajah-hasilkan.html#sthash.YclS5LtZ.dpuf


Senin, 24 Desember 2012

MENTAN Canangkan Percepatan Produksi Tepung Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional

MENTAN Canangkan Percepatan Produksi Tepung Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional

Bertempat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, 24 Nopember 2009, yang lalu Menteri Pertanian Ir.Suswono, MMA melakukan “Pencanangan Percepatan Produksi Tepung Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional”.  Acara ini antara lain dihadiri oleh para pimpinan daerah penerima bantuan kegiatan pengembangan agroindustri tepung-tepungan, Ibu-ibu penggerak PKK, Gapoktan, pelaku usaha tepung dan undangan lainnya.

Mengawali sambutannya, Menteri Pertanian mengatakan bahwa Pencanangan Percepatan Produksi Tepung Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional ini sangat strategis dalam upaya mendorong peningkatan pembangunan agroindustri tepung-tepungan nasional, terutama peningkatan produksi tepung fermentasi yang saat ini mulai kembali digemari oleh masyarakat. Pencanangan ini diharapkan dapat mengawali peningkatan tambahan produksi tepung sekitar 20% dari kebutuhan impor nasional selama lima tahun ke depan. Mentan menjelaskan bahwa pada tahun 2008, impor gandum kita mencapai 5,2 juta ton.

Sedangkan dari 22,7 juta ton produksi ubi kayu, yang diolah menjadi bahan pangan dan non pangan baru mencapai 22,3% atau setara dengan 4,6 juta ton ubikayu segar. Hal ini berarti peluang pasar untuk tepung dari ubi kayu masih cukup besar.

Untuk mendukung kemandirian pangan dan daya saing produk lokal tersebut, pemerintah telah memberlakukan pengetatan pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan melalui PERMENTAN No. 27 Tahun 2009 yang berlaku efektif sejak 19 Nopember 2009. Dengan diberlakukannya peraturan ini, maka komoditas impor yang tidak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan serta tidak aman untuk dikonsumsi, ditolak masuk ke Indonesia.  Adapun komoditas yang terkena peraturan ini antara lain gandum, jagung, kacang-kacangan dan beberapa serealia lainnya.

Komitmen Pemerintah dalam mengembangkan pangan nonberas, antara lain melalui berbagai kebijakan seperti mendorong diversifikasi pola konsumsi berbasis pangan lokal; meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap keanekaragaman pangan; dan mendorong pengembangan teknologi pengolahan pangan non beras dan non terigu. Adapun beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mendorong industrialisasi tepung cassava antara lain berupa pemberikan stimulus pengembangan tepung-tepungan pada usaha kecil bidangpangan; sosialisasi, advokasi dan pembinaan peningkatan pemanfaatan pangan lokal melalui tepung-tepungan; pemberian peralatan pengolahan tepung-tepungan kepada usaha kecil bidang pangan dalam upaya meningkatkan produktivitas dan mutu tepung yang dihasilkan; mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam meneruskan sosialisasi dan pengembangan teknologi tepung-tepungan; dan terus mengupayakan pencitraan tepung cassava menjadi tepung nasional.

Pada kesempatan kunjungan kerja tersebut, Mentan menyerahkan sarana pengolahan tepung, antara lain berupa peralatan, starter(inokulan) fermentasi dan sarana bangunan secara simbolis kepada para bupati yang wilayahnya mendapat alokasi bantuan pada tahun anggaran 2009.

Menteri Pertanian juga menegaskan, kita harus mampu mempertahankan keberhasilan swasembada beras, dan kesanggupan negara kita memenuhi sebagian dari permintaan beras internasional, sekaligus menjadikan momentum ini untuk mencapai keberhasilan dalam upaya pengembangan agribisnis ubi kayu, khususnya di bidang pengolahan dan pemasaran hasil yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sentra-sentra produksi ubi kayu.

Mengakhiri kata sambutannya, Menteri Pertanian menegaskan pentingnya sinkronisasi dan sinergitas berbagai pihak yaitu antara pemerintah, petani, industri dan pelaku bisnis, pakar, peneliti, asosiasi, akademisi dan pihak-pihak terkait lainnya, akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan agribisnis tepung-tepungan.

Sumber : http://gakoptri.wordpress.com/2009/12/02/mentan-canangkan-percepatan-produksi-tepung-fermentasi-dan-deklarasi-kemandirian-tepung-nasional/