...Singkong jadi Andalan Indonesia untuk Pangan, Pakan dan Energi...

Kamis, 25 Maret 2010

Singkong Gajah di Nunukan

Penulis dan Singkong Gajah yang berumur 11 bulan di Belakang Kompleks BLK Sei Fatimah Nunukan, Kaltim.   Singkong Gajah adalah Singkong yang telah berkembang di Kalimantan Timur sejak lama, amun kemudian dipopulerkan kembali dengan nama 'Singkong Gajah' oleh Prof. Ristono dari Borneo Environment Community yang berkantor pusat di Samarinda.   Penulis adalah anggota BEC untuk wilayah Kalimantan Timur bagian Utara.

Batang Singkong Gajah lebih besar dari lengan Penulis.  Singkong Gajah berbeda dengan Singkong biasa, batang pohon Singkong Gajah mengalami percabangan sebagaimana Singkong tahunan, bahkan percabangannya sampai 5 kali pada umur 11 bulan.   Daun Singkong Gajah memiliki sampai 9 sirip daun, seperti gambar di bawah ini. 

Batang Singkong Gajah berwarna coklat agak kehitam-hitaman, tangkai dan tulang daun  berwarna merah, batang mengalami percabangan hingga 5 tingkat (kali) percabangan sehingga bentuk pohon Singkong Gajah seperti Singkong Tahunan (Singkong Karet atau Singkong Gendruwo).  Namun rasa umbinya  Singkong Gajah enak, tidak pahit seperti Singkong Gendruwo atau Singkong Karet.  Singkong Gajah sudah bisa dipungut hasilnya bahkan pada umur 6 bulan, namun hasilnya belum begitu banyak.

Gambar  di atas ini adalah Singkong Gajah yang lainnya, agak berbeda dengan yang di atasnya tadi.  Batang pohon Singkong Gajah yang ini coklat agak kemerah-merahan dengan tangkai dan tulang daun berwana putih kehijauan.   Menurut Bapak Subandi,  (Kabid Tanaman Pangan Dipertanak Nunukan), jika Singkong bertangkai dan tulang daun putih biasanya bersifat genjah, artinya pada umur muda sudah mulai berisi umbinya, sehingga bisa dipanen lebih muda.  Sedangkan Singkong yang bertangkai dan tulang daun warna merah, biasanya umurnya agak dalam, artinya singkong ini baru berisi pada umur yang agak tua, maka pemanenan lebih lama.

Bapak Drs. Asmuni inilah yang mendatangkan dan mempopulerkan Singkong Gajah di Nunukan dan Tarakan.  Di Nunukan Singkong Gajah ditanam di belakang BLK (Balai Latihan Kerja)  yang berdekatan dengan kebun SMK Negeri Nunukan yaitu di Jalan Sungai Fatimah di Nunukan.  Bapak Asmuni adalah mantan Kepala BLK  sekarang beliau sudah menduduki jabatan baru yaitu Camat Sebuku Kabupaten Nunukan.  Beliau bersama Penulis mempunyai rencana untuk mengembangkan Singkong Gajah di Sebuku.  Rencana pengembangan Singkong Gajah ini sudah masuk pada Rencana Kegiatan Tahun 2011 yang akan datang. 


Penjemuran Chips Singkong yang sudah mengalami 'fermentasi' dengan Stater Bio Mocaf.  

Perendaman Chip Singkong basah dalam bak hitam.  Ini skala ujicoba yang dilakukan oleh Penulis di Sanggar Riset   Aren Research Centre  milik AREN FOUNDATION yang berpusat di Nunukan Kalimantan Timur.


Tepung Mocaf hasil penggilingan Pabrik Tepung Mocaf binaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Nunukan.  Pabrik Tepung Mocaf ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur.  Tepung Mocaf produksi Nunukan ini laris manis di pasaran  lokal  kota Nunukan dengan harga Rp 5.000 per kg.   Yang berminat memesan Tepung ini bisa menghubungi Dinas Pertanian atau langsung kepada Divisi Pemasaran Tepung Mocaf, yaitu Saudara Nanang dengan HP. 081254005645.   

Penulis dan Tepung Mocaf produksi pertama kali dari Nunukan.   Tepung ini sempat ada yang dilelang oleh Gubernur Kaltim Bapak Awang Farouk Ishak (AFI)  dengan harga Rp 1 juta satu kilogram saja.   Lelang kedua oleh Bupati Nunukan H. Abdul Hafied Ahmad laku Rp 500 ribu sekilogram saja.   Yang mahal mungkin tanda tangan yang ada di bungkus tepung mocaf tadi, kalau tepungnya sudah laku laris manis di Nunukan dengan harga Rp 5.000 per kg, lebih murah dibandingkan dengan harga tepung Terigu yang mencapai Rp 9.000 per kg.

Tepung Mocaf ini berwarna putih bersih seperti tepung terigu, tidak ada lagi aroma singkong atau ubi.  Menurut para pembuat kue, tepung ini sama dengan tepung terigu, persis tiada beda.  Ini sangat menguntungkan bagi mereka karena harganya lebih murah, hampir separuhnya.






Rabu, 10 Februari 2010

RACUN RUMPUT BUATAN SENDIRI YANG MURAH MERIAH

RACUN RUMPUT BUATAN SENDIRI YANG MURAH MERIAH


Oleh : Dian Kusumanto

Bumi Kalimantan pada umumnya sangat subur. Saking suburnya rumput-rumput juga sangat cepat pertumbuhannya. Para petani sering mengeluhkan keadaan ini. Betapa tidak, setelah lahan dibersihkan dengan cara ditebas atau dibakar, kalau sudah kena hujan sekali saja rumput lebih cepat menyusul. Tanaman yang ditanam belum besar rumputnya sudah lebih dulu meninggi dan menutupi tanaman.

Biasanya petani banyak mengandalkan racun rumput buatan pabrik yang semakin hari semakin mahal. Untuk membersihkan lahan dari rumput biasanya dilakukan beberapa kali. Kalau rumput tebal biasanya petani membakarnya saja dulu, kemudian dibiarkan sekitar 2 minggu sampai rumput mulai Nampak tumbuh lagi. Setelah itu lahan yang mulai ditumbuhi rumput tadi disemprot dengan racun rumput. Kadang petani menanami dengan tanaman yang dikehendaki sebelum penyemprotan atau yang lebih sering dilakukan setelah penyemprotan.

Setelah penyemprotan racun tersebut biasanya agak lama rumput baru tumbuh, ungkin biji rumput yang masih tersisa sebelumnya dan tidak sempat dimatikanoleh racun rumput pada penyemprotan sebelumnya. Sisa-sisa biji-biji rumput yang ada di tanah ini baru muncul sekitar 2-3 bulan kemudian (tergantung keadaan tanah, jumlah curah hujan, dll.). Pada saat pemunculannya kembali inilah petani menyemprot lagi dengan racun rumput, sebelum rumput-rumput ini sempat mengeluarkan bijinya. Jangan sampai penyemprotan dilakukan terlambat, sehingga biji-biji rumput sempat terhambur.

Demikian cara sebagian petani di Kalimantan, khususnya petani di Nunukan Kalimantan Timur yang pernah penulis temui. Beda dengan Petani di Jawa yang jarang menggunakan racun rumput pada usaha taninya, karena memang lahan yang tidak terlalu luas dan tenaga yang cukup banyak serta ternak yang memerlukan rumput setiap hari sehingga rumput selalu dipotong untuk pakan ternak.

Penggunaan racun rumput yang relative sangat banyak dan sering inilah yang membengkakkan biaya usaha tani para petani di Kalimantan umumnya, Nunukan pada khususnya. Akhirnya banyak cara dilakukan oleh para petani untuk menghemat pengeluaran belanja racun rumput dengan cara mereka sendiri. Paling tidak ada 3 (tiga) cara yang Penulis akan paparkan disini, yang berasal dari pengalaman beberapa petani di Nunukan Kalimantan Timur yang telah Penulis temui.


RESEP 5in1 (Five in One) alias GUS BenSol


Resep ini bisa saja diberi nama Racun Rumput FiO, atau Racun Rumput GUS BenSol. FiO artinya Five in One, sedangkan Gus Bensol maksudnya Garam Urea Sabun serbuk Bensin dan Solar. Mungkin nama yang enak didengar adalah Racun Rumput GUS BenSol, biar keren dan mudah terkenal. Bagaimana?

Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Bensin 1 liter
2. Solar 1 liter
3. Garam 1 kg
4. Urea 1 kg
5. Sabun Serbuk 1 kg

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu, mulai dari bensin dan solar dalam satu wadah.
2. Pada wadah yang lain kemudian garam dan urea serta sabun serbuk dicampur.
3. Wadah satu yang berisi campuran bensin dan solar dicampurkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk dituangkan pada wadah kedua yang berisi campuran garam, urea dan sabun serbuk.
4. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu.
5. Bahan racun rumput (FiO) Five in One alias GUS Bensol siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari nyala api, karena bahan ini mudah terbakar.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput FiO Gus Bensol ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).


RESEP Oplosan Three in One (OTiO 12) alias Alur 12


Disebut Racun Rumput OTiO 12 alias Alur 12, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 12 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Kampung Sei Jepun bernama Bapak Mustafa (43) ini diperoleh saat dia bekerja di perkebunan Sawit di Malaysia. Resep ini pun sudah diminta ijinny untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.

Penyemprotan rumput dan gulma di ladang jagung dengan menggunakan Racun Rumput buatan sendiri merek Alur 12
Pengisian Racun Rumput buatan sendiri merek Alur 12 ke dalam Tangki Pom (Pump Tank).
Bapak Mustafa dari Sei Jepun Nunukan, Kalimantan Timur

Disebut Alur 12 karena bahannya adalah Air Laut sebanyak 12 liter dan Urea, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik yang akan digunakan.

Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Air Laut 12 liter
3. Urea 2 kg

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Alumunium atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan air laut dan urea dalam wadah kuali itu kemudian dipanaskan di atas kompor atau tungku kayu bakar.
3. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu sambil terus dipanaskan sampai mendidih. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 12 (Oplosan Three in One) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 12 alias Alur 12 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

RESEP Oplosan Three in One (OTiO 13) alias Hervit Top 13

Disebut Racun Rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 3 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat melalui seorang PPL bernama Asri Aziz (33) ini diperoleh saat dia bekerja di sawah dan kebun Kakaonya sendiri. Resep ini pun sudah diminta ijinnya untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.

Disebut Bervit Top 13 karena bahannya adalah Vitsin (Vit) 250 gram dan Toak Pahit (ToP) sebanyak 3 liter, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik sebanyak 1 liter menjadi 3 liter.

Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Toak Pahit 3 liter
3. Vitsin 250 gram

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Plastik atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan Toak Pahit dan Vitsin dalam wadah kuali itu kemudian diaduk-aduk.
3. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 13 (Hervit Top 13) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

Barangkali Anda juga punya resep yang sama ampuhnya dengan resep di atas. Atau bahkan lebih hebat? Maka jangan malu-malu atau ragu-ragu untuk saling berbagi, agar petani kita lebih makmur dan sejahtera. Sudah waktunya kita membela para Petani agar bisa meminimalkan biaya-biaya usaha taninya. Jangan selalu kita memeras petani dengan bisnis yang mengandung pembodohan terstruktur sekaligus merusak tatanan kelestarian alam.

Semoga berguna, Hidup untuk petani Indonesia!

Sabtu, 06 Februari 2010

Pacitan Mulai Menanam 16 Juta Batang Ubi Mukibat

Pacitan Mulai Menanam 16 Juta Batang Ubi Mukibat

Jum'at, 16 November 2007 | 15:18 WIB
TEMPO Interaktif, Pacitan

Untuk merealisasikan program nasional penyediaan energi alternatif, Pemerintah Kabupaten Pacitan mulai menanam 16 juta batang ubi mukibat di 20 ribu hektare lahan pertanian yang tersedia di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada musim penghujan ini.

"Kita mulai menanam ubi ini, sehingga sembilan hingga sepuluh bulan ke depan ubi ini bisa dipanen," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Pacitan, Pamuji, Jumat (16/11).

Ia mengatakan penanaman ubi mukibat ini digunakan untuk menyuplai dua perusahaan energi alternatif bethanol di Pacitan yang saat ini masih proses pembangunan.

Pemerintah Pacitan bekerja sama dalam hal penyediaan bahan baku dengan dua pabrik tersebut yang diperkirakan akan beroperasional pada tujuh hingga delapan bulan mendatang. "Bupati Pacitan Suyono bahkan telah memerintahkan satuan kerja untuk mengawal penanaman ubi mukibat hingga ke desa-desa," ujarnya.

Menurut dia, penanaman ubi ini diharapkan dapat memperbaiki pendapatan masyarakat Pacitan. Ubi mukibat nanti akan dihargai Rp 200 per kilogram.

Ia mentargetkan mampu menghasilkan sebanyak 900 ton ubi mukibat. Target ini lebih besar dari kebutuhan kedua pabrik tersebut yang hanya membutuhkan sekitar 600 hingga 700 ton untuk pembuatan bethanol.

DINI MAWUNTYAS

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2007/11/16/brk,20071116-111717,id.html

Selasa, 06 Oktober 2009

Membuat Mie Singkong








Membuat Mie Singkong


Bahan-bahan
15 kg Singkong / ketela pohon
50 cc Air kapur sirih
250 gr Minyak Goreng
25 gr Garam

Cara membuatnya :
• Kupas singkong, cuci bersih, parut
• Tambahkan air dan aduk hingga rata
• Masukkan dalam keranjang / wadah yang berlubang dan diletakkan di atas ember/Waskom sehingga air bisa mengalir ke bawah
• Kira-kira 3 s/d 4 jam air endapan dibuang, sisihkan pati/acinya, jemur
• Ampas singkong dijemur selama 1 hari
• Masukkan ampas yang telah dijemur kedalam keranjang, tutup selama 1 malam (supaya kelembapan sama)
• Pagi hari ampas singkong ditumbuk, tambahkan garam, sisihkan
• Rebus air dalam panic secukupnya hingga mendidih
• Masukkan singkong yang telah ditumbuk kedalam Waskom
• Tambahkan pati/aci singkong dan air kapur sirih
• Masukkan air mendidih sedikit demi sedikit, sambil diuleni/diaduk hingga kalis dan tidak lengket
• Buat bulatan/gumpalan sebesar bola tenes, kukus hingga kematangan sekitar 2 cm dari luar
• Angkat dari api dan uleni panas-panas hingga tercampur rata
• Gilas tipis, angin-anginkan sekitar 1 s/d 2 jam
• Rajang lembaran singkong hingga menjadi mie
• Rebus air hingga mendidih
• Masukkan mie mentah ke dalam keranjang bambo, masukkan dalam rebus air selama 1 s/d 2 menit, angkat
• Hamparkan pada nyiur /tampah, olesi dengan minyak goring telah matang (untuk menggoreng bawang merah)
• Bakmi siap dinikmati dengan ditambah sayuran, bawang merah goring seledri yang telah diiris tipis


Sumber : Sinar Tani Edisi 30 September - 6 Oktober 2009 No. 3322 Tahn XL

Paket Mesin untuk Pembuatan Tepung Mocal








Paket Mesin untuk Pembuatan Tepung Mocal
Rabu, 2009 Juli 29

A. Mesin Pengiris Singkong, (Casava Chiper)
Fungsi :
Untuk mengiris / membentuk singkong menjadi bentuk chip atau serpihan. sehingga lebih mudah untuk dikeringkan.
Spesifikasi :
Kapasitas : 100 - 300 kg/jam
Daya yang digunakan : Diesel 5,5 PK
Ukuran (P x L x T) : 1.500 x 600 x 1.000 (mm)

B. Mesin Peniris Singkong
Fungsi :
Untuk meniriskan singkong setelah proses perendaman (mengurangi kadar air) sehingga mempercepat proses pengeringan
Spesifikasi :
Kapasitas 15 - 25 kg/proses ( 1-2 menit per proses)
Daya yang digunakan : Diesel 5,5 PK
Ukuran (P x L x T) : 600 x 400 x 600 (mm)

C. Mesin Pengering.
Fungsi :
Untuk mengeringkan chip singkong, supaya mencapai kadar air kering yang diinginkan.
Spesifikasi :
Kapasitas 1.500 - 2.500 kg/proses
Daya yang digunakan : Diesel 5,5 PK (untuk penggerak blower)
Ukuran (P x L x T) : 6.000 x 2.400 x 1200 (mm)

D. Mesin Penepung.
Fungsi :
Untuk memproses chip kering menjadi tepung
Spesifikasi :
Kapasitas 30 - 50 kg/jam
Daya yang digunakan : Diesel 5,5 PK
Ukuran (P x L x T) : 400 x 300 x 400 (mm)

E. Mesin Pengayak.
Fungsi :
Untuk mngayak tepung dengan ukuran yang diinginkan.
Spesifikasi :
Kapasitas 100 kg/jam
Daya yang digunakan : Diesel 5,5 PK
Ukuran (P x L x T) : 1.500 x 600 x 800 (mm)
Diposkan oleh mesinmurah

Sumber : http://mesin-murah.blogspot.com/2009/07/paket-mesin-untuk-pembuatan-tepung.html

Perlu 50.000 Ha untuk Dukung Tepung Mocal


Perlu 50.000 Ha untuk Dukung Tepung Mocal

Rabu, 21 Mei 2008 | 18:44 WIB

MAGELANG, RABU- Tahun ini Perum Perhutani menyediakan 50.000 hektar lahan di kawasan hutan produksi untuk ditanami singkong sebagai tanaman tumpang sari. Produksi singkong yang dihasilkan sepenuhnya akan digunakan untuk mendukung industri tepung modified cassava flour (mocal).

"Lahan seluas 50.000 hektar tersebut tersebar di seluruh kawasan hutan produksi milik Perhutani di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Madura," ujar Kepala Biro Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Perum Perhutani Zulfi R Pohan, saat ditemui di sela-sela acara Silaturahmi Pengembangan Tepung Mocal Berbasis Masyarakat di Pondok Pesantren Ushuluddin di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Rabu (21/5).

Dalam satu hektar lahan, nantinya akan ditanami 5.000 hingga 7.500 batang tanaman singkong. Bibit tanaman ini nantinya akan disediakan oleh Perhutani, diambilkan dari daerah-daerah sentra ketela pohon seperti Pati atau Sukabumi.

Produksi singkong, menurut Zufli, nantinya berkisar 20 hingga 25 ton per hektar. "Dari pasokan bahan baku tersebut, pada akhir tahun 2008 ini diperkirakan bisa diproduksi 12 juta ton tepung mocal," ujarnya.

Selain menyediakan lahan, Perhutani juga akan menyediakan mesin untuk memotong singkong menjadi irisan-irisan tipis atau chips. Chips inilah yang akan dikirim ke industri untuk diolah menjadi tepung mocal.

Aktivitas pemotongan singkong itu nantinya akan dijalankan dalam sebuah pabrik khusus. Direncanakan, dalam satu provinsi nantinya akan berdiri lima hingga enam pabrik.

"Pengelolaan dan kegiatan dalam pabrik nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada lembaga masyarakat desa hutan (LMDH)," terangnya. Di seluruh Indonesia terdapat 5.594 LMDH.

Hingga tahun 2008, di Jawa Tengah sendiri, singkong sudah ditanam di 45.000 hektar lahan di kawasan hutan produksi di 30 kabupaten. Saat ini, produksi singkong dari kawasan hutan tersebut sudah mencapai 250.000 hingga 300.000 ton per hektar, papar Kepala Biro PHBM Perhutani Jawa Tengah Suwarno.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) M Taufik mengatakan, industri pengolahan tepung mocal sudah dimulai sejak tahun 2004. Awalnya, industri pertama didirikan di Lampung, pada tahun 2005 didirikan pula di Trenggalek, dan kini sudah tersebar semakin banyak di berbagai kota/kabupaten.

Ke depan, koperasi diharapkan mampu bekerjasama dengan Perhutani untuk mendirikan industri pemotongan singkong menjadi chips. Selanjutnya, dari kumpulan beberapa koperasi di satu kota atau kabupaten nantinya diharapkan juga mampu saling bekerjasama untuk mendirikan pabrik tepung mocal, paparnya.

EGI

Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/21/18440742/perlu.50.000.ha.untuk.dukung.tepung.mocal

Kamis, 06 Agustus 2009

PERKEBUNAN SINGKONG SATU HEKTAR 200 Ton




PERKEBUNAN SINGKONG SATU HEKTAR 200 Ton
(majalah Trubus)


Pensiun dini dari sebuah bank, berpendidikan sarjana, dan datang dari keluarga berada, Yordan Bangsaratoe memilih menjadi pekebun singkong, bahan baku bioetanol. Beragam cibiran seperti orang gila, tak menyurutkan niatnya. Kini dari kebun singkong ia menuai laba bersih Rp40-juta per ha, jauh lebih besar ketimbang gaji sebagai karyawan bank. Rahasianya? Ia menggenjot produksi hingga 120 ton/ha; pekebun lain rata-rata cuma 20-30 ton per ha.

Usianya 38 tahun ketika bank tempatnya bekerja selama 9 tahun itu dilikuidasi. Namanya tercatat dalam deretan karyawan yang harus 'pensiun dini'. Sarjana Ekonomi alumnus Universitas Lampung itu sempat gamang. Untuk apa uang pesangon itu? Ia akhirnya memutuskan menanam singkong, komoditas yang banyak diusahakan di Lampung. Yordan tertantang lantaran banyak petani singkong di bumi Ruwai Jurai itu miskin.

Setelah bertemu peneliti, berselancar di dunia maya, dan membaca pustaka, Yordan menyambung bibit singkong. Ia menjadikan singkong kasetsart sebagai batang bawah dan singkong karet sebagai batang atas. Kasetsart dipilih sebagai batang bawah karena unggul. 'Potensi hasilnya mencapai 30 ton/hektar,' kata Yordan.

Soal singkong karet? Varietas yang tidak menghasilkan ubi itu berdaun rimbun. Yordan berasumsi, dengan banyaknya jumlah daun, maka pertumbuhan ubi semakin besar. Sebab, daun tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Dari proses itu dihasilkan makanan yang akan dipasok ke seluruh bagian tanaman. Sedangkan kelebihannya akan disimpan dalam umbi. Penyambungan itu ia lakukan sendiri untuk menghasilkan 4.400-4.500 bibit. Itu cukup untuk penanaman di lahan 1 ha.

Ayah 2 anak itu menyiapkan bibit pada musim kemarau. Sambungan antara singkong kasetsart dan singkong karet diikat dengan plastik. Ia rutin mengontrol pertumbuhan bibit di persemaian selama sebulan. Jika terjadi penyumbatan alias bottleneck, dipastikan sambungan tidak sempurna, jadi tidak layak dijadikan bibit. Bila kulit batang dan gabus berwarna putih dan tumbuh mata tunas, maka penyambungan itu berhasil.
Pupuk

Sebulan pascapenyambungan, ia memindahtanamkan bibit ke lahan setelah memotong bagian akar. Yordan membudidayakan anggota famili Euphorbiaceae itu berjarak tanam 1,5 m x 1,5 m sehingga populasi 4.400-4.500 batang per ha. Itu cukup memberikan ruang bagi singkong untuk tumbuh maksimal. Bandingkan dengan jarak tanam pekebun lain 1 m x 1 m-total populasi lebih dari 9.000 tanaman-sehingga tampak rapat. Dampaknya, produksi justru rendah.

Menurut Yordan, jarak tanam lebar bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan produksi singkong. 'Komposisi pupuk kunci utamanya, bukan banyaknya pupuk,' kata pria kelahiran 11 Desember 1960 itu. Yordan menaburkan 5 ton pupuk kandang per ha di lahan yang sudah diolah. Empat hari usai tanam, ia menambahkan 0,5 gram pupuk NPK di sekeliling batang. Total pupuk NPK yang diberikan 200 kg.

Ia kembali memberikan total 300 kg NPK ketika kerabat karet itu berumur 3 bulan. Yordan memanen singkong berumur 10 bulan. Produktivitas ubikayu yang dibudidayakan di Madukoro, Lampung Utara, itu mencapai 30 kg per tanaman atau sekitar 120 ton per hektar. Saat ini, ia mengebunkan 17 ha. Dengan begitu ia mampu memanen 80 ton singkong per hari. Dengan kadar pati 30%, hanya perlu 4 kg singkong untuk menghasilkan 1 liter bioetanol; varietas lain, 6 kg.

Yang juga menerapkan sistem budidaya intesif adalah Tjutju Juniar Sholiha, pekebun singkong di Sukabumi, Jawa Barat. Ia berpegang pada komposisi pupuk untuk memaksimalkan singkong varietas darul hidayah. 'Bila tidak dipupuk, bobot umbi paling 15-20 kg. Tapi dengan pemupukan intensif, produksi menjulang 20-40 kg per tanaman,' katanya.
Rendam

Sebelum menanam, Tjutju merendam bibit sepanjang 10-15 cm dalam pupuk organik cair selama 3 jam. Bukan cuma sebagian, tetapi seluruh permukaan bibit terendam dalam pupuk. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan tunas. Ia menanam bibit-tanpa daun-berjarak 2,5 m x 1 m sehingga total populasi 5.000 tanaman. Alumnus Fakultas Biologi Universitas Nasional itu langsung memberikan 1 kg kompos per tanaman sekaligus menyiramkan pupuk organik cair. Hanya dalam waktu 2 pekan, bibit memunculkan tunas muda.

Perempuan kelahiran Bandung 17 Juni 1969 itu kembali memberikan pupuk organik cair pada bulan kedua dan keempat dengan total dosis per bulan sebanyak 2 liter untuk seluruh tanaman. Sedangkan pada bulan ketiga dan kelima ia memberikan 600 kg Urea dan 495 kg NPK di bawah tajuk tanaman. Setelah bulan kelima hingga panen, ia tak pernah memupuk lagi.

Oleh karena itu, penanaman sebaiknya saat musim hujan. Dengan budidaya seperti itu Manihot utillisima berproduksi maksimal, 200 ton per hektar atau rata-rata 40 kg per tanaman. Bahkan ia pernah memanen 100 kg umbi dari 1 tanaman. Hasil penelitian Institut Pertanian Bogor, singkong darul hidayah yang dikembangkan Tjutju berkadar pati 32%.

Yordan dan Tjutju mantap berkebun singkong lantaran pasar terbuka lebar. Produsen bioetanol dan tapioka menyerap singkong produksi mereka. Dengan harga Rp520 per kg, Yordan meraup omzet Rp62-juta per ha. Padahal, biaya produksi hanya Rp130 per kg sehingga laba bersih Yordan Rp46-juta per ha. Saat ini ia mengelola 10 ha lahan. Tingginya produksi singkong mereka menjadi incaran Korea, China, Taiwan, dan Kamboja. 'Karena produksi bibit masih terbatas, saya baru akan memasok Kamboja,' kata Tjutju.

(Lani Marliani/Peliput: Faiz Yajri)

Foto : dari beberapa sumber